Showing posts with label pb08. Show all posts
Showing posts with label pb08. Show all posts

Monday, 24 November 2008

Enlarging Network, Enhancing Solidarity (1)


Pesta Blogger 2008 was a real big party. 1500 bloggers enlisted, but I don't think they were all showing up that Saturday. I was having a flu for more than a week, so I decided to go to the doctor for medicine on Thursday...It helped, I did enjoy the party although I could not really going around, chatting with others as usual. I was mostly busy with my nose...he..he..he...

They've made a whole day party, and then on my way back (by busway) I got stuck in Blok M station for almost an hour. That made my three sons protested (not to mention their keeper...my mom and dad). We drove back to Serpong that night because in the morning we need to go to the Sunday school. I skipped helping the Sunday School's activities since my grandmother passed away, mostly because we spent our week-ends in my parents' house...but I do need to be more responsible...so we drove back that night.

Perhaps I was too tired lately. It's been two months since I'm without any helper at home, and also because of the bad weather...And today is the worst. I have to forget about making an article for OhmyNews International. I need my time to take a good rest, but perhaps I can blog a little bit :)

I think we can't expect much from a party...it's a party, time to enjoy the event, to meet friends and new friends. That's why I like to compare it with the Indonesian wedding party.

What I like about this year's event is the chance to know a little bit about bloggers' community around Indonesia, and of course...the presence of the five international bloggers.

It was a bit surprising to see the booth of the US Embassy, they were offering Green Card - the US Diversity Visa Lottery. I asked the lady who is giving away some brochures about this lottery, and she kindly asked me back: "Would you like to register?" I said politely: "No, thank you," but actually my mind is racing around. "Why are they campaigning for visa lottery here?" I remembered the article I've read that the racist incidents were increasing after Obama was elected as the President of the USA. Non Caucasian immigrants' number is already increased, and if it keeps going up...then in the year 2040 there will be different story of majority. So, why do they need to promote their -free to register- visa lottery? Another question that popped in my mind was the consequences of taking this lottery. I saw some youngsters gathered there, took their pictures and register themselves. I wonder if their registration would do no harm to their visa application in the future. Being young,sometimes people do what their peers do, without asking the detailed consequences of their acts in the future, nor even think of its possibility. Actually I don't know anything about visa to go to US, except that it is difficult to get, and it is expensive...And green card? No idea...

Another surprised that came to me was the fact that the auditorium for the discussion session should be shared for three groups. It was a little bit annoying, but the discussion seemed so much better than last year's session. The topics available were all interesting, but we have to choose...

I joined the citizen journalism group which was talking about ethics and the boundary of writing a blog. We had Budi Putra, an professional journalist who turned to be the first Indonesian full time blogger, and Pepih Nugraha, a professional journalist from Kompas daily as our speakers.

When Budi Putra started his talk, he mentioned about a law suit that came across a citizen reporter. He mentioned about how important it is to check and rechecking data, to have all the important facts checked and ready to defend the article, as it is how a journalist work. Writing news is easy, but having the access to the right resources is more important there. Blog in his view should come back to its essence; something unique, personal, and worth reading. Every person is unique, and they have their own unique experiences. When a blogger write something that they really like, a subject in which he/she has the expertise, then the content of the blog is going to show "something".

To be continued.

Sunday, 23 November 2008

Pesta Blogger 2008: Galang Persatuan dan Tawarkan Keramahan

Minggu, 23-11-2008 11:11:13 oleh: Retty N. Hakim
Kanal: Peristiwa

Kemarin (22 November 2008) di gedung BPPT II telah dilaksanakan Pesta Blogger 2008. Pesta yang sedikit terundur dari hari Blogger Nasional (27 Oktober) ini menghadirkan peserta yang jauh lebih besar dari Pesta Blogger 2007. Jumlah blogger Indonesia yang terlibat dalam pesta kali ini jauh lebih besar dari yang hadir di gedung BPPT II karena sebelumnya di Bali dan Jogjakarta komunitas lokal blogger sudah memulai perhelatan dengan menjadi tuan rumah bagi lima orang blogger internasional yang diundang panitia.


Wicaksono, yang lebih dikenal sebagai Ndoro Kakung di ranah blog, menyatakan kegembiraannya karena blogger-blogger melalui kegiatan dengan komunitas blog masing-masing sudah menunjukkan kontribusi positif kepada masyarakat sekitar. Hal ini sangat sesuai dengan tema yang diusung oleh Pesta Blogger tahun ini: Blogging for Society.

Tahun ini Pesta Blogger memberikan penghargaan Blogging for Society Award 2008 bagi komunitas blogger yang dinilai telah menggunakan kekuatan blog secara maksimal, menunjukkan konsistensi mereka dalam berkiprah di ranah blog, serta memiliki serangkaian aktivitas sosial sepanjang tahun 2008.


Cukup banyak komunitas blogger yang mendaftar ke panitia, dan dari kehadiran beragam komunitas ini dalam Pesta Blogger 2008 mengingatkan Cahyana Ahmadjayadi, Dirjen Aplikasi Telematika, akan semangat Sumpah Pemuda yang diikrarkan 80 tahun lalu. Mewakili Menkominfo, Cahyana memberikan sambutannya dan mengharapkan kedepannya blogger Indonesia bukan hanya Blogging for Society, tapi juga sudah lebih luas lagi menjadi Blogging for Humanity.

Beliau juga memuji kesigapan blogger Indonesia, Enda Nasution, yang dengan cepat mengabari wordpress akan kehadiran blog yang bisa memicu terjadi keributan antar umat beragama itu, sehingga blog tersebut ditutup.

Menteri Negara Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman, mengingatkan kembali akan kesamaan pemetaan blog dan demokrasi. Tetapi beliau juga menekankan kembali kalimat terkahir dalam janji Menkominfo, Muhammad Nuh setahun yang lalu: “Selama saya jadi menteri tidak akan ada (blogger) yang ditangkap, selama tidak melanggar peraturan dan undang-undang.”

Keberagaman blog yang mengupas mulai dari teknologi, ekonomi, maupun sosial politik, tentunya akan memperkaya pengetahuan. Menarik mendengarkan ungkapan Menristek bahwa blog, seperti juga yang bisa dilihat di dalam kamus, bukan sekedar kata benda tetapi juga kata kerja. Bagi saya terjemahannya berarti blogging for society (mungkin lebih akrab: nge’blog’ bagi masyarakat) bukan sekedar mengisi blog sebagai benda, tetapi juga secara serius mengerjakan sesuatu atau memberikan sesuatu yang berharga bagi masyarakat.

Karena itu penghargaan yang diberikan kepada komunitas blogger tahun ini terasa menyemangati untuk lebih giat lagi memberikan manfaat bagi masyarakat. Blogging for Society Award 2008 diberikan kepada Cahandong dari Jogjakarta. Sementara itu The most promising Blogger Community 2008 diberikan kepada Bali Blogger Community. Sebuah penghargaan khusus berupa HP Nokia N95 diberikan kepada Gage Batubara yang membuat desain logo Pesta Blogger 2008. Untuk Photo Contest 2008, pemenang I dimenangkan oleh Raiyani Muharramah dengan karya “Ke Museum Wayang, Yuk!” dan pemenang II adalah I Gusti Ngurah Pradnyana dengan foto “Bertiga Satu Tujuan” (Pemenang III mohon nanti di periksa di portal Pesta Blogger 2008).


Lebih banyak wajah baru yang muncul, walaupun tetap ada beberapa wajah yang saya kenal dari perjumpaan di Pesta Blogger 2007. Tahun ini Maylaffayza menghadirkan lebih banyak lagu dari biolanya, bahkan juga memperdengarkan alunan suaranya. Kecanggihan permainan biolanya membuat permintaan untuk berfoto bersamanya tampaknya tidak henti mengalir. Ada pula blogger kreatif yang tampil seru dengan kostum twitternya.



Kesan Blogger Tamu

Bila tahun lalu di ranah blog sempat terdengar kekecewaan blogger asing (pemerhati Indonesia) yang merasa di anak tirikan, maka tahun ini secara khusus, dengan dukungan dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, didatangkan lima orang blogger asing untuk mengikuti acara Blogging Trip dari tanggal 17 – 21 November 2008.

Kelima blogger ini, Mark Tafoya dari Amerika Serikat, Anthony Bianco dari Australia, Jeff Ooi dari Malaysia, Mike Aquino dari Filipina, Mr. Brown dari Singapura, tampaknya sepakat bahwa keramah-tamahan dan kehangatan sambutan orang Indonesia yang sangat menarik bagi mereka. Kekayaan budaya dan adat istiadat Indonesia yang sangat beraneka ragam sebelumnya tidak terbayangkan oleh mereka. Bagi Mr. Brown, dengan kiat marketing yang lebih baik, infra-struktur yang menunjang, serta informasi yang lebih meluas maka Indonesia bisa menggali potensi wisatanya dengan lebih baik. Hal lain yang sempat dikomentarinya adalah lambatnya koneksi internet di Indonesia. Dengan potensi blogger yang sedemikian besar, menurutnya tinggal meningkatkan sarana yang ada agar bisa mengembangkan eksistensi komunitas blogger untuk membawa nama Indonesia di kancah internasional. Tentu saja peran bahasa Inggris atau bridge blogger dalam hal ini sangat diperlukan.

Kesan-kesan mereka secara mendetail akan lebih terbaca di blog mereka masing-masing. Satu hal yang saya tangkap dari tampilan foto-foto yang mereka tangkap di Bali, dan Jogja yang dipresentasikan di depan undangan lain, serta penampilan di blog mereka adalah pentingnya menguasai teknologi dan menggunakan bahasa gambar untuk menarik minat yang lebih besar untuk mengunjungi Indonesia. Menurut saya, koneksi internet yang lambat membuat mahalnya biaya yang diperlukan untuk menampilkan gambar-gambar menarik itu di blog, sehingga bisa jadi hal ini yang mengurangi tampilan foto di blog.



Pesta tentu saja selalu terasa meriah, bahkan kali ini juga bertaburan hadiah (Dua orang kontributor Wikimu, Eryawan dan Yunus Bani Sadar, termasuk kelompok orang-orang beruntung yang mendapatkan door prize). Tetapi dari acara sesi diskusi pararel selain saling bertukar informasi dan menambah ilmu, juga muncul keinginan untuk lebih meningkatkan rasa setia kawan sebagai sesama blogger sambil ikut berpartisipasi dalam memberikan arti kepada masyarakat. Satu hal lain yang menarik bagi blogger muda adalah tawaran Bloggership dari Microsoft. Tawaran yang terbuka untuk menjadi kandidat Bloggership ini terbuka untuk blogger sampai tanggal 15 Desember 2008 (lebih jelasnya hubungi hanny@maverick.co.id atau baca di portal Pesta Blogger).

Sudah dua kali Pesta Blogger tersalenggara, selama dua tahun kita sudah banyak belajar dan memperluas pertemanan. Sambil mencoba nge'blog' yang berguna untuk masyarakat, meningkatkan kemampuan komunikasi (tertulis), dan berharap lebih meningkatkan pelaksanaan demokrasi di Indonesia.

Wednesday, 19 November 2008

Pesta Blogger 2008 is already started...

Indonesia has a tradition of partying for several days. Pesta Blogger Indonesia 2008 seems to take this tradition to enlarge the crowd. The chairman of PB 2008 in his blog mentioned the five international bloggers who came and join this party. There are five bloggers; Mike Aquino (the Philippines), Jeff Ooi (Malaysia), Mr. Brown (Singapore), Mark Tafoya (USA), and Anthony Bianco (Australia).

It seems that they do have different way of blogging. One of them, Mr. Brown from Singapore, seems to use the daily journal type. It does help me to see how he experienced Indonesia. Others are not really writing their journey. There are formal introduction about Pesta Blogger in Indonesia, but the experience is yet to come...

Anyway, I would also be the one who prefer to feel and enjoy the trip before writing down my experience. Yet, it is nice to read short postings, or see pictures or video (I've got to admit I didn't view the video yet). A posting in the official Pesta Blogger 2008 website is also presenting a complete story of the journey (in Bahasa Indonesia).

So, they were experiencing Bali, and Jogjakarta...we'll see them this Saturday in Jakarta. There will be about 1000 bloggers interested to attend the party...a very crowded party just like the usual big wedding party in Jakarta. Only this time, other than the five guests do need to pay for entrance fee (Rp. 50.000,-), hope it is for the blogging for society cause.