Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Wednesday, 18 June 2008

Tempat Tidur Alternatif…

Saya senang menggunakan mobil Toyota Kijang selain karena fungsi dan ukurannya, juga karena ada moncongnya. Terbiasa menggunakan mobil sedan memang membuat saya merasa lebih aman berkendara bila memakai mobil dengan moncong seperti kijangku itu.

Problema klasik ibu rumah tangga adalah asisten rumah tangga yang terkadang keluar masuk. Jadi pernah juga saya hanya punya seorang suster sementara anak-anak yang harus dijaga ada tiga orang. Bila si kembar sakit, maka salah satu digendong oleh suster tapi yang seorang lagi harus duduk sendiri karena sang ibu harus menyetir.

Terkadang ibunya harus pergi dengan salah satu dari kembar ini saja. Pernah salah satu dari kembarku harus segera dibawa ke rumah sakit, sementara ayahnya ataupun bala bantuan lain tidak bisa segera sampai ke rumah kami. Alhasil suster menjaga dua anak di rumah dan saya sendirian membawa bayi yang sakit dan diare ke rumah sakit. Memanggil taxi di daerah rumah kami pada waktu itu masih sangat merepotkan, jadi lebih efisien bagi saya untuk pergi menyetir mobil sendirian.

One of the twins in his car seat when he was five months old.

Meletakkan kursi bayi dalam ikatan seat belt terasa lebih aman bila mobil juga memiliki hidung yang lebih maju. Sebenarnya dalam teori, anak-anak harus duduk di belakang, tapi seringkali mereka rewel sekali. Dan tentunya agak sulit bila saya hanya berduaan dengan si bayi dan dia ribut menangis di belakang. Dengan dia duduk di depan di samping saya, maka dia lebih tenang karena bisa melihat langsung ibunya. Hal ini mungkin bukan contoh yang baik, malahan di luar negeri sepertinya termasuk terlarang karena bisa berbahaya bagi anak itu sendiri. Inilah susahnya anak Indonesia, dari kecil sudah "bau tangan", agak sulit mendisiplin mereka karena ibunya juga seringkali jatuh kasihan.

Setelah agak besar mereka lebih senang duduk di belakang, antara lain karena mereka bisa bermain ataupun tidur dengan lebih leluasa. Bahkan terkadang tidur dengan segala macam gaya unik mereka.

Raphael (one of the twins) with his unique way of sleeping.

Urusan tidur bukan cuma urusan anak-anak. Suami saya, alias ayahnya anak-anak, juga sangat sering tidur di mobil bila harus lembur mengejar penyelesaian proyek sampai pagi. Maklum, terkadang untuk pekerjaan di mal para kontraktor baru boleh masuk setelah pukul sepuluh malam. Jadi bila pekerjaan belum selesai dan kantuk menyerang biasanya dia mencuri tidur sebentar di dalam mobil.

Terkadang kijang ini juga jadi penginapan murahnya. Bila ada proyek di luar kota dan mereka belum sempat mencari penginapan, maka biasanya kijang pun berubah menjadi losmen sementara.



Saya sendiri tidak pernah mencoba tidur malam hari di kijang. Tapi bila sedang tidak menyetir mobil, maka bisa jadi saya juga tertidur di kursi penumpang. Ternyata kijang itu juga berfungsi sebagai pengganti caravan kecil he...he...he..., enak untuk digunakan tidur!

Tapi perlu juga berhati-hati untuk menggunakan mobil sebagai tempat tidur. Kalau kasus saya dan anak-anak biasanya tertidur ketika mobil dalam perjalanan dengan beberapa penumpang lain yang bangun. Hanya, khusus untuk tidur di parkiran (atau di ferri, seperti yang pernah juga dilakukan suami saya) perlu lebih berhati-hati. Tidak mustahil ada kebocoran dan gas karbon monoksida (CO) masuk ke dalam mobil dan menjadi malaikat maut bagi penumpang mobil. Walaupun tidak memasang AC dan bersiap menghadapi perang melawan nyamuk, jangan lupa mobil lain yang parkir di dekat anda bisa juga menyalakan mesin mobilnya dan menjadi racun yang mengotori paru-paru anda!

Bahaya lain yang menanti, ya... bahaya kehilangan barang! HP suami saya lenyap di ferri menuju Lampung ketika dia tertidur di mobil. Jadi walaupun nyaman untuk tidur, tetap saja perlu waspada dan berhati-hati...

Sepertinya kisah kali ini sekedar berbagi kisah saja, bukan untuk dicontoh dan ditiru, sekedar bercerita fungsi lain kijang bagi keluarga saya...

Monday, 16 June 2008

Esai Foto: Libur sekolah telah tiba…

Libur kenaikan kelas sudah tiba. Anakku yang naik ke kelas lima SD sudah mulai libur, adiknya yang masih TK masih akan sekolah seminggu lagi. Setelah itu? Ampun…harus kreatif bikin acara buat mereka. Berhubung tidak ada dana untuk jalan-jalan ke Disneyland (he...he…he…) maka acara dalam negeri dan dalam kota boleh juga ditengok. Sebenarnya tidak terhitung jumlah kegiatan lain yang bisa dilaksanakan, tinggal kreativitas menciptakan acaranya saja.

Biasanya anak lelaki ini suka sekali bermain layangan, jadi kemanapun kami pergi biasanya layang-layang tidak tertinggal untuk dibawa. Permainan layang-layang ini bisa mendekatkan anak-anak dengan ayahnya. Biasalah, ayahnya juga pernah jadi anak-anak kan?! Ya, biasanya buat sang ayah jadi nostalgia masa lalu, sementara sang anak memandang kagum karena ayahnya bisa menaikkan layang-layang tinggi ke angkasa.





Ke pantai maupun ke gunung, selalu ada tempat untuk bermain layang-layang. Justru di rumah mereka sulit main layangan, karena tiang dan kabel listrik yang seliweran itu membuat ibunya ngeri dan melarang bermain layangan di jalan.


















Terkadang sekedar berjalan-jalan ke pegunungan dan menikmati perkebunan teh sudah merupakan selingan berharga bagi anak-anak. Udara segar dan pemandangan yang indah senantiasa meningkatkan kesegaran jasmani untuk memulai hari baru. Komunikasi tidak langsung akan terlaksana dan hubungan yang berkualitas antara orang tua dan anak akan lebih tercapai.


Bila jatah belanja tidak besar, maka cara termurah untuk liburan adalah membawa sendiri bahan makanan dan peralatan memasaknya. Kemudian cari penginapan yang memungkinkan untuk masak sendiri. Murah sih murah…tapi bawaannya tidak sedikit juga lho! Untuk itu tentunya diperlukan mobil yang sanggup mengangkut banyak barang.
Setelah punya anak kembar, mau tidak mau barang bawaan tambah banyak. Belum lagi suasana dalam mobil inginnya lega. Terkadang bangku mobil dilipat supaya anak-anak bisa selonjoran di belakang. Lalu bagaimana dengan bawaan yang seabrek tadi? Mereka naik pangkat ke atas atap mobil. Kalau awalnya pakai terpal dibungkus model orang mudik lebaran, belakangan kami lebih gaya, pakai “mahkota” untuk sang kijang. Kijangku jadi ngetop di lingkungan tetangga karena “mahkota” yang nangkring itu. Sampai pernah juga ada tetangga yang mau nyewa si kijang untuk keluar kota, wah…wah…wah…kami juga masih butuh kok!

Harga bensin naik nih, perlu lebih irit…Masih ada alternatif lainnya! Rumah kakek dan nenek juga menarik untuk dikunjungi, apalagi kalau pohon rambutannya sedang berbuah. Asyiiiik…mari panen rambutan!





Bisa juga jalan-jalan ke museum, ke kebun binatang, atau sekedar ke pusat perbelanjaan. Anak-anak libur tapi orang tua tidak libur, ya perlu cari hiburan lain. Naik delman atau naik kuda juga jadi trend di kompleks perumahan saya. Sementara anak-anak menikmati naik delman, sang kijang boleh beristirahat dulu. Lalu setelah malam turun, anak-anak juga senang sekali berkumpul dengan teman-temannya untuk bermain kembang api. Ternyata banyak juga acara menarik di dekat rumah ya…, bagaimana dengan anda?